Rukun islam yang wajib dilakukan oleh umat Muslim adalah puasa. Puasa mengharuskan kamu untuk menahan hawa nafsu lapar dan haus dari matahari terbit hingga terbenam.

Namun, apakah LocalLady pernah mengalami mual yang berujung ingin muntah ketika sedang berpuasa? Muntah adalah suatu kondisi gangguan kesehatan dimana ingin mengeluarkan isi perut melalui mulut.

Lalu, apakah muntah membatalkan puasa atau tidak? Pertanyaan ini kerap kali banyak ditanya oleh orang-orang. Yuk, simak penjelasan Minly kali ini sampai tuntas agar kamu tahu jawabannya!

Baca Juga: Mau Tau Cara Menurunkan Berat Badan Saat Puasa? Ikuti 9+ Tips Diet Saat Puasa Ini, Dijamin Berhasil!

Apakah Muntah Membatalkan Puasa?

Kondisi muntah bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah rasa mual, menderita penyakit, atau kebiasaan tertentu yang menyebabkan ingin mengeluarkan isi perut melalui mulut.

Di dalam syariat Islam sudah diatur sedemikian jelas bahwa muntah tersebut dibagi menjadi dua kategori yaitu yang disengaja dengan tidak sengaja. Dengan memahami perbedaan antara kedua hal tersebut, maka kamu bisa menentukan apakah puasamu batal atau tidak karena muntah.

Muntah yang tidak membuat puasamu batal ialah muntah yang tidak disengaja akibat mual, sedang sakit, atau kondisi tertentu karena terjadi diluar kendali atau tidak adanya usaha.

Dilansir oleh laman NU Online dapat disimpulkan bahwa orang yang sudah terlanjur muntah pada saat puasa bisa melanjutkan puasanya dan tidak membatalkan puasanya.

Berlaku juga apabila LocalLady merasa mual tapi tidak sampai muntah dan berhenti hanya di pangkal tenggorokan, maka puasa tersebut tidak batal.

Muntah yang Dapat Membatalkan Puasa

Apa saja yang membatalkan puasa? Yap! Salah satunya adalah muntah yang disengaja yang dilakukan atau diusahakan dengan memasukkan jari ke dalam mulut untuk memuntahkan seluruh isi perut.

Sebab, cara tersebut dilakukan seseorang secara sadar dan dinilai membatalkan puasa. Selain itu, jika seseorang muntah dan muntahannya dengan sengaja ditelan maka puasa tersebut batal. Dengan begitu, muntah yang disengaja ini harus diganti puasanya di hari lain oleh orang tersebut.

Tips Mengatasi Muntah saat Berpuasa

Kalau LocalLady sedang merasa mual atau ingin muntah akan menjadi kondisi yang cukup tricky, namun semua itu bisa teratasi dan berikut tips mengatasinya.

Menghindari Bau yang Menyengat

Rasa mual bisa dipacu dengan adanya bau-bauan yang menyengat atau tajam seperti parfum, bau masakan yang kuat, dan lain-lain. 

Ketika sedang merasa mual sebaiknya berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang terbuka supaya kamu bisa menghirup udara segar dan mencegah muntah tersebut keluar.

Duduk dan Tenangkan Diri 

Tips selanjutnya adalah dengan menenangkan diri sembari duduk dalam posisi yang nyaman yang diyakini dapat membuat badan rileks, sehingga perasaan ingin muntah menjadi terhenti.

Hindari posisi tubuh dalam posisi berbaring karena dapat membuat rasa mual semakin besar dan ingin mengeluarkan semua isi perut. Hirup udara diluar ruangan sembari duduk yang nyaman dapat mengurangi rasa mual.

Perhatikan Makanan saat Sahur dan Berbuka

Mungkin sebagian dari kamu tidak memperhatikan asupan makanan pada saat sahur maupun berbuka puasa. 

Untuk kondisi saat mual usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan yang sulit dicerna seperti makanan berminyak dan berlemak karena dapat memicu rasa mual.

Pilihlah makanan yang banyak mengandung serat yang mudah untuk dicerna seperti buah, sayur, dan sumber protein untuk menambah energi dan membuat kenyang lebih lama.

Hidrasi Tubuh dengan Cukup

Tubuh perlu dicukupi kebutuhan cairannya dengan minum air putih sebanyak dua liter atau delapan gelas per harinya. Jangan lupa untuk cukupi kebutuhan cairan tubuhmu saat sahur maupun berbuka puasa.

Dengan begitu tubuhmu terhindar dari dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi mual. Kalau mual masih terasa kamu bisa minuman rendah gula yang hangat atau teh herbal untuk menenangkan sistem pencernaanmu. 

Kurangi Aktivitas Fisik

Pemicu rasa mual dan muntah adalah aktivitas fisik yang berlebihan. Ketika sedang berada di kondisi tersebut usahakan untuk kurangi aktivitas fisik di siang hari karena perut kosong dan tidak mendapatkan asupan energi serta akan mengeluarkan cairan pada tubuh.

Kelola Emosi dan Stres

Terlalu banyak yang dipikirkan dalam otak dan menumpuk bisa memicu adanya rasa mual dan muntah karena aliran oksigen yang terhalang ke otak.

Perlu untuk mengelola emosi dan juga stres dikala puasa dengan cara meditasi yang benar melalui latihan atur nafas supaya lebih tenang dan fokus, sehingga kamu bisa menjalankan ibadah puasa dengan pikiran yang positif.

Jangan Paksakan Diri

Jika rasa mual dan muntah tidak bisa ditahan dan disertai dengan penyakit lain seperti pusing dan panas badan sebaiknya jangan paksakan diri untuk melanjutkan puasa.

Saat kondisi badan sedang sakit atau kondisi tertentu diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain. Kamu dapat melanjutkan puasa apabila keadaan kondisi badan sudah fit atau membaik.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai apakah muntah membatalkan puasa atau tidak. Oleh karena itu, pentingnya untuk tetap menjaga kesehatan dan niat yang tulus serta baik dalam menjalankan ibadah puasa. 

Dengan kamu memahami penjelasan diatas, maka dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih fokus dan tenang. Semoga penjelasan dalam artikel ini bermanfaat dan membantu menjawab kebingunganmu.

Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga diberikan kelancaran. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan ya LocalLady!

Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *